×

Peran Stakeholder dalam Penerapan SPBE untuk Transformasi Digital Pemerintahan

Pemerintah Indonesia terus mendorong transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan publik. Keberhasilan implementasi SPBE bergantung pada sinergi berbagai stakeholder, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi pemerintah, sektor swasta, akademisi, serta masyarakat sipil.

Indonesia Meningkat 13 Peringkat dalam UN E-Government Survey 2024, SPBE Berperan Besar dalam Transformasi Digital

Indonesia mengalami lonjakan 13 peringkat dalam UN E-Government Survey 2024, menempati posisi 64 secara global. Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan teknologi AI menjadi kunci utama dalam transformasi digital layanan publik.

Pemerintah Daerah Didorong untuk Mengadopsi SPBE dalam Pelayanan Publik

Pemerintah daerah di seluruh Indonesia didorong untuk mengadopsi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam seminar nasional yang diadakan di Surabaya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.

Pemerintah Luncurkan Sistem Informasi Manajemen SPBE untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Publik

Pemerintah Indonesia meluncurkan Sistem Informasi Manajemen SPBE untuk meningkatkan kualitas layanan publik di seluruh daerah. Sistem ini bertujuan memudahkan integrasi data antar instansi pemerintah.

Evaluasi SPBE 2024, Pemerintah Daerah Berlomba Meningkatkan Digitalisasi

Hasil Evaluasi SPBE 2024 menunjukkan peningkatan digitalisasi pemerintahan di berbagai daerah. Kabupaten Bekasi mencatat skor 4,08, sedangkan BNPP RI memperoleh 3,75, keduanya dengan predikat "Sangat Baik". Pemerintah terus memperkuat infrastruktur digital, pelatihan ASN, serta mengadopsi blockchain dan AI guna meningkatkan transparansi serta efisiensi layanan publik.

Pemerintah Percepat Implementasi GovTech untuk Digitalisasi Layanan Publik

Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan INA Digital, platform GovTech Indonesia, untuk mengintegrasikan layanan pemerintahan berbasis elektronik. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan publik, mengoptimalkan keamanan data, serta mempercepat transformasi digital di Indonesia.